Kunjungan Akademik Mahasiswa ke Sentra Budidaya Tanaman Berbasis IoT

Dalam rangka meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap penerapan teknologi digital di bidang pertanian, mahasiswa Program Studi Sains Pertanian UNUHA melaksanakan kunjungan akademik ke fasilitas budidaya tanaman berbasis Internet of Things (IoT) dan Penerapan Organic Farm pada jurusan Budidaya Tanaman Pangan di Politeknik Negeri Lampung (POLINELA).

Mahasiswa Sains Pertanian Semester V melaksanakan kegiatan kunjungan akademik ke greenhouse modern yang menerapkan sistem budidaya tanaman hidroponik berbasis Nutrient Film Technique (NFT) yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap penerapan teknologi digital dalam sistem produksi pertanian berkelanjutan.

Pada kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh penjelasan dari Pemateri  dari POLINELA mengenai prinsip kerja sistem hidroponik NFT, mulai dari aliran nutrisi tipis yang mengalir secara kontinu pada akar tanaman hingga efisiensi penggunaan air dan nutrisi. Sistem ini dilengkapi dengan berbagai sensor, seperti sensor pH, suhu, kelembapan, dan electrical conductivity (EC), yang berfungsi untuk memantau kondisi lingkungan dan larutan nutrisi secara real time melalui aplikasi

Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan pada sistem pengendalian berbasis IoT yang memungkinkan pemantauan dan pengaturan parameter budidaya dilakukan secara jarak jauh melalui perangkat digital. Teknologi ini memberikan kemudahan dalam pengelolaan greenhouse serta meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan dalam proses budidaya tanaman.

Melalui kegiatan kunjungan akademik ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami integrasi antara ilmu pertanian dan teknologi informasi, serta mampu mengaplikasikan konsep pertanian cerdas (smart agriculture) sebagai solusi inovatif dalam menghadapi tantangan pertanian modern.

Selain berkunjung ke Green house, mahasiswa juga melakukan observasi lapangan terhadap praktik budidaya tanaman organik serta pengolahan input pertanian secara mandiri, seperti pembuatan kompos dan pupuk hayati. Kegiatan ini memberikan pemahaman nyata mengenai pentingnya efisiensi sumber daya, pengurangan ketergantungan pada bahan kimia sintetis, serta peningkatan nilai tambah hasil pertanian.

Tinggalkan komentar